10 Manfaat Udang bagi Kesehatan Tubuh – Udang merupakan salah satu jenis makanan laut yang sangat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selain rasanya yang lezat dan teksturnya yang khas, udang juga dikenal sebagai bahan pangan yang kaya link sweet bonanza akan nutrisi penting bagi tubuh. Baik digoreng, dikukus, dibakar, maupun dijadikan bahan utama dalam sup dan tumisan, udang selalu berhasil memikat selera.
Namun, di balik kelezatannya, udang menyimpan segudang manfaat kesehatan yang mungkin belum banyak diketahui. Artikel ini akan mengupas secara lengkap manfaat udang bagi tubuh, kandungan gizinya, serta alasan mengapa udang layak menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari.
Kandungan Gizi dalam Udang
Sebelum membahas manfaatnya, penting untuk mengetahui apa saja kandungan nutrisi yang terdapat mahjong dalam udang. Dalam 100 gram udang segar, terdapat:
- Kalori: ±90 kkal
- Protein: ±21 gram
- Lemak: ±0,5 gram
- Karbohidrat: ±0,2 gram
- Kalsium: ±135 mg
- Fosfor: ±170 mg
- Kalium: ±220 mg
- Natrium: ±180 mg
- Zat besi: ±8 mg
- Vitamin B3, B12, A, D, dan E
- Asam lemak omega-3
- Astaxanthin (antioksidan alami)
- Yodium dan selenium
Dengan komposisi tersebut, udang termasuk dalam kategori makanan rendah kalori namun tinggi protein dan mikronutrien penting.
Manfaat Udang bagi Kesehatan
1. Meningkatkan Kesehatan Otot dan Jaringan Tubuh
Kandungan protein server thailand yang tinggi dalam udang sangat bermanfaat untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim dan hormon, serta mendukung pertumbuhan otot, terutama bagi mereka yang aktif secara fisik atau sedang dalam masa pemulihan.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Udang mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal baik untuk kesehatan jantung. Omega-3 membantu menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, kandungan astaxanthin dalam udang juga memiliki efek antiinflamasi yang mendukung fungsi kardiovaskular.
3. Mendukung Fungsi Otak dan Sistem Saraf
Yodium dan vitamin B12 dalam udang berperan penting dalam menjaga fungsi otak dan sistem saraf. Yodium membantu produksi hormon tiroid yang mengatur metabolisme dan perkembangan otak, sedangkan vitamin B12 mendukung pembentukan sel darah merah dan transmisi sinyal saraf.
4. Meningkatkan Sistem Imun
Selenium, salah satu mineral yang terkandung dalam udang, berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selenium juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Kalsium dan fosfor dalam udang sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang dan kekuatan gigi. Konsumsi udang secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan menjaga struktur tulang tetap kuat, terutama pada usia lanjut.
6. Menyehatkan Kulit dan Mata
Vitamin A dan E dalam udang berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan penglihatan. Vitamin A membantu regenerasi sel kulit dan menjaga kelembapan alami, sedangkan vitamin E melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan polusi.
7. Membantu Menurunkan Berat Badan
Karena rendah kalori dan tinggi protein, udang sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Protein memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk ngemil atau makan berlebihan.
8. Mengurangi Risiko Peradangan
Astaxanthin, pigmen merah alami yang terdapat dalam udang, memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan berpotensi mencegah penyakit kronis seperti arthritis dan diabetes tipe 2.
9. Menjaga Kesehatan Tiroid
Yodium dalam udang sangat penting untuk produksi hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan tiroid seperti hipotiroidisme atau gondok. Dengan mengonsumsi udang, kebutuhan yodium harian dapat terpenuhi secara alami.
10. Menunjang Kesehatan Reproduksi
Zat seng (zinc) dalam udang berperan dalam produksi hormon reproduksi dan meningkatkan kualitas sperma pada pria. Selain itu, selenium juga diketahui mendukung kesuburan dan kesehatan sistem reproduksi.